Senin, 16 Maret 2009

Bismillah...



PESHAWAR (Arrahmah.com) - Sekitar 20 kendaraan hancur ketika para mujahidin meluncurkan beberapa roketnya ke pusat persediaan NATO di Peshawar barat laut Pakistan pada Minggu (15/3).

Roket-roket tersebut merusak 20 kendaraan yang diperkirakan akan mengirimkan kebutuhan pasukan NATO di Afghanistan.

Sementara itu, Pakistan menunda pelayaran suplai militer AS melewati Khyber Pass setelah Minggu (15/3) kemarin berlangsung long march besar yang mengkampanyekan anti pemerintah para pengacara dan beberapa partai politik. (Althaf/arrahmah/ptv)

Info Selengkapnya......

Wangi Syuhada Di Tanah Jihad Afghanistan

Bismillah...

Beberapa waktu lalu, seorang pemuda berusia 16 tahun lari dari rumahnya untuk memimpin peperangan di Afghanistan. Orangtuanya berharap ia dapat kembali menemui keluarganya ketika ia sedikit dewasa dan tangguh, namun ia sangat keras kepala dan menolak untuk kembali.

Mujahidin telah berbicara kepada orang tua pemuda itu dan memberitahunya bahwa ayah dan ibunya berharap ia kembali ke rumah. Namun pemuda itu kemudian berkata jika siapapun di antara Mujahidin bisa menjamin bahwa Allah akan mengampuni semua kesalahannya dan memasukkannya ke surga di hari akhir nanti, maka ia akan kembali.

Tentu saja semuanya terdiam. Waktu perlahan berlalu dan setelah beberapa bukan dalam Pelatihan Jihad, ia terpilih untuk melaksanakan sebuah misi. Mujahidin berhasil menciptakan kerusakan yang luar biasa bagi pihak musuh dalam misi ini, meskipun Mujahidin dihadang oleh para munafikin dan sekutunya, dan pertarungan tidak sesuai rencana. Setelah pertarungan dengan para munafikin selesai, hanya pemuda itu yang syahid. Mujahidin harus mengembalikan jenazah pemuda itu.

Panglima provinsi merasa sedih atas syahidnya pemuda ini, bukan karena pengorbanan/kesyahidannya tapi karena memikirkan apa yang akan ia katakan terhadap orang tuanya.

Jenazahnya terbujur di atas rumput selama dua hari, darahnya masih segar dan tidak ada tanda-tanda bahwa jenazah itu akan membusuk.Hari ketiga, mereka menyediakan van untuk mengangkut jenazah pemuda itu dan menyerahkannya kepada orangtuanya dan mereka memutuskan untuk memberitahukan kedatangan mereka menuju desa.

Perjalanan menghabiskan waktu satu hingga dua hari, untuk itu hingga kedatangan mereka ke rumah pemuda yang syahid itu, diperlukan waktu lima hari dan tidak ada bau busuk maupun darah mengering sama sekali.

Mereka membawa jenazah pemuda itu keluar dari van dan menempatkannya di halaman rumahnya. Warga mulai berdatangan dan bertanya-bertanya, dan Mujahidin berusaha keras untuk menjelaskan dan menguatkannya dengan ayat al Quran dan Hadist, meskipun tak seorangpun mau mendengarkan mereka.

Tiba-tiba saja mujahidin diminta meninggalkan halaman karena ibu pemuda itu ingin menyaksikan jenazah anaknya dengan mata kepalanya sendiri. Untuk itu, mereka pergi dan menunggu di depan gerbang, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kecuali berdoa kepada Allah dalam hati.
Salah seorang mujahidin mendengar tangisan dari perempuan itu. Ibu pemuda itu duduk di samping jenazah, kepalanya bersandar di dada jenazah anaknya sembari menangis. Kemudian, cerita mulai berubah, semua orang diam dan Mujahidin meneriakkan takbir, "Allaahu Akbar!"


Sang ibu menegakkan kepalanya dan melihat ke arah perempuan-perempuan yang duduk di sekeliling pemuda syahid itu dan berkata:
"Kalian semua menangis karena kalian kehilangan
keponakan atau anak asuh kalian...Aku menangis karena aku telah kehilangan tiket ke surga. Anakku yang syahid ini, ingin pergi berperang dan aku tidak mengizinkannya, hingga aku selalu menghubungi dan memintanya kembali. Tapi anak ini lebih memilih untuk membuat Tuhannya bahagia dan sekarang aku tak lagi memiliki saham dalam perjuangan dan kematiannya,
dimana anakku yang lain? Bawalah ia padaku!"

Kemudian perempuan itu pergi dan mendatangi anak lainnya yang masih berusia 11 tahun. Kemudian ibu dan anak itu berjalan menuju ke gerbang tempat para Mujahidin menunggu, dan berkata:
"Kalian, orang-orang yang telah membawa anakku yang syahid. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan semoga Allah menjaga kalian dalam jalan jihad ini. Anakku yang sekarang syahid pergi tanpa izin dariku dan ia meraih kesyahidan dan aku tidak mendapatkan satupun kebaikan darinya. Sejak saat ini, melalui anakku yang lain, satu-satunya anakku yang bersisa. Ia masih berusia 11 tahun, untuk itu aku memohon kepada kalian, wahai para pemberani, tanganilah ia. Dan jika saatnya para pemimpin kalian syahid, bawalah anak ini ke garis terdepan dan biarkan ia tercabik-cabik oleh roket hingga aku bisa mengatakan pada Allah swt di hari kiamat nanti bahwa aku telah menyerahkan salah seorang anakku hanya untuk Allah dan Islam."

Mendengar berita ini, Mujahidin langsung menggemakan takbir dan tiba-tia dari setiap rumah, bapak-bapak dan ibu-ibu membawa anaknya untuk menyerahkannya di jalan Allah swt, meskipun Mujahidin telah menolak mereka karena mereka tidak memiliki cukup ruang dan yang kedua hal ini akan membuat organisasi itu terbongkar.

Dari sebuah rumah, seorang ibu menyerahkan anaknya yang masih kecil berusia lima tahun dengan pesan yang terdengar seperti ini:
"Gunakanlah anakku yang lima tahun ini, ikatlah badannya dengan bom, dan biarkan dia ada di jalanan, ketika orang-orang Amerika bertemu dengannya, melihat dan mendekatinya, ia akan meledak dan membunuh banyak musuh-musuh itu!"



Semoga Allah memberkahi kita dengan putra dan putri yang banyak, insya Allaah, amiin, kemudian mereka datang ke medan peperangan, ambil bagian dan bergembira karena membunuh dan mengancam musuh-musuh Allah swt! (Althaf/arrahmah/tum/jhdmgz)



Info Selengkapnya......

Kamis, 19 Februari 2009

Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 17 Februari 2009

Bismillah...

AFGHANISTAN (Alamulislam.com) - Lepas tengah malam kemarin, mujahidin Imarah Islam melakukan penyerangan ke basecamp pasukan Amerika menggunakan senjata ringan dan berat di dekat pusat daerah Jar Bulk provinsi Balkh.

Menurut berita, bangunan-bangunan dan mobil-mobil yang parkir di basecamp mengalami rusak parah akibat serangan ini. Namun hingga kini belum ada informasi seputar kerugian personel yang diderita musuh.

Dalam penyerangan tersebut, peperangan pecah antara mujahidin melawan musuh yang berlangsung selama sekitar satu jam. Mujahidin tidak mengalami kerugian dalam pertempuran ini. Tapi kerugian terjadi di rumah-rumah dan kebun-kebun penduduk yang berdekatan dengan area pertempuran. Kerugian ini disebabkan tembakan senjata berat musuh.

Menurut penuturan penduduk di daerah tersebut : ini merupakan pertama kalinya mujahidin mengadakan serangan besar-besaran ke basecamp Amerika di pusat daerah ini.

Dalam peristiwa berbeda, tentara kafir aS lagi-lagi melakukan serangan udara, peristiwa terjadi sekitar pukul 1:10 lepas tengah malam ke rumah-rumah penduduk di Qari Sultan distrik Syat Zargun provinsi Herat Barat mengakibatkan syahidnya sekitar 40 penduduk, termasuk wanita dan anak-anak.

Sumber berita menyatakan, serangan udara menggunakan pesawat tanpa awak menghancurkan sekitar 6 rumah penduduk di desa ini dan mengakibatkan syahidnya 20 laki-laki, 20 wanita dan anak-anak. Sejumlah penduduk lainnya juga mengalami luka parah.

Saksi mata yang berasal dari desa tersebut menuturkan, sejumlah pemuda saat itu menyalakan api di depan rumah mereka, tiba-tiba pesawat tanpa awak yang diduga milik Amerika menyerang hingga menyebabkan meninggalnya penduduk desa.

Dia menambahkan, tak seorangpun dari penduduk desa tersebut yang termasuk bagian Taliban. Dan di desa tersebut juga tidak ada markas Taliban.

Ini bukan kali pertama penyerangan terhadap penduduk sipil dan mengakibatkan syahidnya mereka yang dilakukan oleh pasukan Amerika demi mewujudkan tujuan mereka yang buruk. Tahun lalu sebagaimana hari-hari ini, pasukan Amerika melakukan serangan udara semisal ke rumah-rumah penduduk sipil di desa Aziz Abad distrik Syindind di provinsi yang sama. Pemerintah Kabul mengakui adanya serangan ini setelah adanya penelitian dan investigasi terhadap syahidnya seratus penduduk sipil tak berdosa.

Operasi militer lainnya yang dilakukan mujahidin Imarah Islam Afghanistan adalah menyerang pasukan penjajah di distrik Nad Ali, Provinsi Helmand.

Pertempuran yang berlangsung sekitar satu jam ini mengakibatkan matinya 5 tentara boneka Afghan dan tentara kafir Inggris. Enam tentara lainnya mengalami luka berat.

Menurut penuturan saksi mata, pertempuran terjadi saat pasukan penjajah akan melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah penduduk dengan dalih operasi melawan mujahidin. Kemudian mereka menemui serangan mujahidin dan terjadilah kerugian yang menimpa mereka sebagaimana disebut di atas.

Selain pertempuran yang mengakibatkan luka terhadap dua mujahid Taliban, sejumlah penduduk juga mengalami luka.

Amaliyah-amaliyah melawan pasukan musuh di sejumlah daerah ini semakin meningkat. Kemarin terjadi pertempuran di daerah Lwi dan Nara Mandah di distrik yang sama yang berlangsung selama 3 jam. Saat itu musuh mengalami kerugian besar berupa kematian dan luka.

Sore hari, sekitar pukul 15.00, mujahidin Imarah Islam Afghanistan berhasil menghancurkan sebuah tank milik pasukan Amerika dengan menggunakan bom ranjau di daerah Syir Ali Karis yang terletak antara Meond dan Wazri di Provinsi Kandahar.

Ledakan mengenai tank musuh saat berada dalam konvoi militer di daerah tersebut yang berjalan menuju markas mereka.

Tank hancur total dan seluruh penumpangnya yang berjumlah 5 personil mati seketika. Musuh mengklaim dengan terbunuhnya seorang pasukan mereka dan sejumlah lainnya terluka akibat ledakan yang terjadi di selatan Afghanistan.

Setelah ledakan terjadi, musuh mengevakuasi bangkai korban menuju bandara Kandahar menggunakan helikopter. Sementara itu tank yang hancur masih berada di tempat kejadian dan tentara nasional melakukan penjagaan terhadap tank tersebut. (Hanin Mazaya/ummahq/arrahmah.com)



Info Selengkapnya......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com